Site icon Tips Pajak Media

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana Rumah Makan, Kafe, dan Coffee Shop 2026

cara membuat laporan keuangan rumah makan dan kafe

Diperbarui: 31 Oktober 2026 · Oleh Tim Tips Pajak Media · Waktu baca ±7 menit

Jawaban singkat: Laporan keuangan sederhana rumah makan, kafe, dan coffee shop cukup berisi laba rugi dan neraca. Rumus intinya: food cost = pembelian bahan − bahan sisa 31 Desember, lalu laba kotor = penjualan (tanpa PBJT) − food cost. PBJT 10% yang dipungut dari tamu adalah titipan pajak daerah, bukan pendapatan. Laporan ini dilampirkan di SPT Tahunan Badan via Coretax paling lambat 30 April 2027.

Kafe ramai setiap hari, tetapi saat ditanya berapa labanya, banyak pemilik usaha kuliner bingung. Padahal PT atau CV yang mengelola rumah makan, resto, kafe, atau coffee shop wajib menyelenggarakan pembukuan dan melampirkan laporan keuangan di SPT Tahunan PPh Badan. Artikel ini membahas cara menyusunnya tanpa jurnal akuntansi, lengkap dengan contoh angka nyata untuk tahun pajak 2026.

Video: Cara Bikin Laporan Keuangan Rumah Makan dan Kafe

Apa bedanya laporan keuangan usaha kuliner dengan usaha dagang?

Usaha dagang membeli barang lalu menjualnya kembali. Rumah makan dan kafe membeli bahan, mengolahnya menjadi menu, lalu menjualnya. Karena itu ada tiga pos khas yang perlu diperhatikan:

Pos Perlakuan yang benar
Food cost (HPP bahan) Pembelian bahan makanan, minuman, dan kemasan dikurangi bahan sisa per 31 Desember
PBJT makanan & minuman Titipan pajak daerah (maks. 10%), dicatat sebagai utang sampai disetor, bukan pendapatan dan bukan biaya
Gas, listrik, gaji koki Biaya usaha, bukan bagian dari food cost
Peralatan dapur, mesin kopi Harta tetap, disusutkan (bukan biaya sekaligus)

Bagaimana cara membuat laporan keuangan rumah makan dan kafe?

  1. Data awal: isi identitas usaha, saldo awal (kas, modal), dan skema pajak yang dipakai.
  2. Buku penjualan: masukkan rekap mesin kasir per bulan, tanpa PBJT.
  3. Pembelian bahan: catat pembelian bahan makanan, minuman, dan kemasan.
  4. Buku biaya: gas, listrik, air, sewa tempat, promosi, ojek online.
  5. Biaya gaji: koki, pelayan, kasir, barista, dan direksi.
  6. Kas lainnya: setoran PBJT ke pemda, setoran PPh, dividen, tambahan modal.
  7. Harta tetap: peralatan dapur, mesin kopi, meja kursi, lalu hitung penyusutannya.
  8. Hitung fisik 31 Desember: bahan yang tersisa di dapur, kulkas, dan gudang.

Dengan template Excel, kedelapan langkah ini otomatis membentuk laba rugi dan neraca yang seimbang.

Berapa laba usaha kafe? Contoh kasus PT SHS tahun 2026

PT SHS mengelola kafe dan rumah makan, terdaftar Januari 2026 (sebelum PP 20/2026 berlaku), sehingga masih memakai PPh Final 0,5% di masa transisi. Penjualan setahun Rp900 juta, ditambah PBJT 10% yang dipungut dari tamu Rp90 juta.

Laporan Laba Rugi 2026 Rupiah
Penjualan makanan & minuman (tanpa PBJT) 900.000.000
Food cost (bahan dibeli − bahan sisa) (349.000.000)
Laba kotor 551.000.000
Biaya usaha + penyusutan (355.937.500)
Laba sebelum pajak 195.062.500
PPh Final 0,5% × Rp900.000.000 (4.500.000)
Laba bersih 190.562.500

PBJT Rp90 juta tidak muncul di laba rugi. Angka itu hanya lewat di kas dan tampil di neraca sebagai utang PBJT sampai disetor. Total neraca PT SHS per 31 Desember 2026 seimbang di Rp519.362.500.

Tidak mau mulai dari nol? Template Excel Laporan Keuangan Sederhana Rumah Makan & Kafe 2026/2027 sudah berisi contoh kasus PT SHS, food cost, PBJT, penyusutan, dan neraca otomatis seimbang.

Dapatkan Template Excel-nya

Lebih hemat mana: PPh Final 0,5% atau tarif umum?

Pada contoh PT SHS, PPh Final 0,5% hanya Rp4.500.000. Bila memakai tarif umum dengan fasilitas Pasal 31E (omzet di bawah Rp4,8 miliar, tarif efektif 11% × laba kena pajak), pajaknya menjadi 11% × Rp195.062.000 = Rp21.456.820, hampir lima kali lipat. Namun pilihan ini tidak bebas: PT biasa yang terdaftar setelah 22 April 2026 langsung wajib tarif umum, dan PT lama hanya boleh memakai final 0,5% selama sisa masa transisi.

Insight praktis: dengan margin laba kotor sekitar 61% (Rp551 juta dari Rp900 juta), food cost PT SHS sekitar 39% dari penjualan. Angka 30–40% lazim untuk kafe; bila jauh di atas itu, cek pemborosan bahan atau harga menu.

Kesalahan yang sering terjadi

FAQ seputar laporan keuangan rumah makan dan kafe

Apakah kafe kecil wajib membuat laporan keuangan?

Kafe berbentuk PT atau CV wajib menyelenggarakan pembukuan dan melampirkan laporan keuangan di SPT Tahunan Badan. Pemilik orang pribadi dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar boleh memakai pencatatan.

Bagaimana cara menghitung food cost kafe?

Food cost = bahan sisa awal tahun + pembelian bahan selama setahun − bahan sisa hasil hitung fisik 31 Desember. Gas, listrik, dan gaji koki tidak termasuk.

Apakah PBJT 10% termasuk pendapatan restoran?

Tidak. PBJT makanan dan minuman adalah pajak daerah yang dititipkan tamu. Catat sebagai utang sampai disetor ke pemerintah daerah.

Apakah setoran PBJT boleh dicatat sebagai biaya?

Tidak. Setoran PBJT adalah pelunasan utang titipan, sehingga tidak mengurangi laba.

Apakah rumah makan berbentuk PT masih boleh pakai PPh Final 0,5%?

Sejak PP 20/2026 (22 April 2026), PT biasa hanya boleh memakai PPh Final 0,5% selama sisa masa transisi. PT yang terdaftar setelah tanggal itu langsung memakai tarif umum, sedangkan PT Perorangan tetap boleh.

Kapan batas lapor SPT Tahunan Badan 2026?

SPT Tahunan PPh Badan tahun pajak 2026 dilaporkan melalui Coretax paling lambat 30 April 2027.

Dasar Hukum

Artikel Terkait

Siap lapor SPT Badan tanpa pusing?

Pakai Template Excel Laporan Keuangan Sederhana Rumah Makan & Kafe 2026/2027: tinggal isi penjualan, pembelian bahan, dan biaya, laba rugi serta neraca langsung jadi.

Ambil Templatenya Sekarang

Lihat template jenis usaha lain di toko Tips Pajak Media.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi umum. Angka contoh hanya ilustrasi. Untuk kasus spesifik, konsultasikan dengan konsultan pajak atau kantor pajak terdaftar Anda.

Exit mobile version