Site icon Tips Pajak Media

Panduan Lengkap Tax Amnesty 2022 (Pengungkapan Sukarela)

Kamis Tanggal 7 Oktober 2021, DPR Mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (RUU HPP) menjadi Undang-Undang. Salah satu yang paling menarik perhatian dan layak dicermati adalah adanya program pengungkapan sukarela atau biasa kita kenal dengan Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak. Seperti apa skemanya, bagaimana aturan mainnya, berapa tarifnya? Berikut tipspajak.com berikan pooin-poin penting dari Tax Amnesti Jilid II.

Cara mengikuti amnesti pajak jilid II

Apa Dasar Hukumnya?

Dasar hukum amnesti pajak jilid II ini adalah BAB V atau Pasal 5 s.d. 12 Undang Undang Nomor … Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Apa Nama Resmi Programnya?

Sebagaimana disebutkan dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), nama resmi program amnesti pajak jilid II ini adalah Program Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak (PPSWP).

Program Pengungkapan Sukarela ini diatur dalam Pasal 5 UU HPP sebagai berikut:

  1. Wajib Pajak dapat mengungkapkan harta bersih yang belum atau kurang diungkapkan dalam surat pernyataan sepanjang Direktur Jenderal Pajak belum menemukan data dan/atau informasi mengenai harta dimaksud.
  2. Harta bersih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan nilai harta dikurangi nilai utang sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak
  3. Surat pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan surat pernyataan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak
  4. Harta sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan harta yang diperoleh Wajib Pajak sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan tanggal 31 Desember 2015.
  5. Harta bersih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggap sebagai tambahan penghasilan dan dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final.
  6. Pajak Penghasilan yang bersifat final sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dihitung dengan cara mengalikan tarif dengan dasar pengenaan pajak
  7. Tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (6) ditetapkan sebesar:

Ada Berapa Jenis Kebijakan?

Terdapat dua jenis kebijakan:

  1. WP telah mengikuti amnessti pajak 2016-2017, namun masih ada harta yang diperoleh per 31 Desember 2015 yang belum diungkapkan dalam program amnesti 2016-2017
  2. Pengungkapan atas harta yang diperoleh pada periode 1 Januari 2016 s.d. 31 Desember 2020 yang belum dilaporkan pada SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2020.

Kapan Berlakunya?

Program Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak ini dimulai tanggal 1 Januari 2022 dan berakhir pada 30 Juni 2022.

Wajib Pajak mengungkapkan harta bersih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) melalui surat pemberitahuan pengungkapan harta dan disampaikan kepada Direktur Jenderal Pajak sejak tanggal 1 Januari 2022 sampai dengan tanggal 30 Juni 2022

Dalam Pasal 6 UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP)

Syarat Mengikuti Tax Amnesty / Program Pengungkapan Sukarela

Ketentuan mengenai Syarat mengikuti TA diatur dalam Pasal 10 ayat (2) UU HPP. Wajib Pajak yang menyampaikan surat pemberitahuan pengungkapan harta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Pembetulan atas Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan orang pribadi Tahun Pajak 2016, Tahun Pajak 2017, Tahun Pajak 2018, Tahun Pajak 2019, dan/atau Tahun Pajak 2020 yang disampaikan setelah Undang-Undang ini diundangkan, yang dilakukan oleh Wajib Pajak orang pribadi yang menyampaikan surat pemberitahuan pengungkapan harta, dianggap tidak disampaikan

Dalam hal Wajib Pajak orang pribadi belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan orang pribadi Tahun Pajak 2020 sampai dengan Undang-Undang ini diundangkan, berlaku ketentuan sebagai berikut:

Apa Dasar Pengungkapannya?

Dalam Pasal 5 ayat (8) UU HPP dinyatakan bahwa dasar pengenaan pajak sebesar jumlah harta bersih yang belum atau kurang diungkapkan dalam surat pernyataan.

Bagaimana Penentuan Nilai Harta?

Dalam Pasal 5 ayat (9) dinyatakan bahwa nilai harta yang dijadikan pedoman untuk menghitung jumlah harta bersih adalah nilai sesuai kondisi dan keadaan harta pada akhir Tahun Pajak terakhir.

  1. nilai nominal, untuk harta berupa kas atau setara kas;
  2. nilai yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu Nilai Jual Objek Pajak, untuk tanah dan/atau bangunan dan Nilai Jual Kendaraan Bermotor, untuk kendaraan bermotor;
  3. nilai yang dipublikasikan oleh PT Aneka Tambang Tbk., untuk emas dan perak;
  4. nilai yang dipublikasikan oleh PT Bursa Efek Indonesia, untuk saham dan waran (warrant) yang diperjualbelikan di PT Bursa Efek Indonesia; dan/atau
  5. nilai yang dipublikasikan oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia, untuk surat berharga negara dan efek bersifat utang dan/atau sukuk yang diterbitkan oleh perusahaan

Dalam hal tidak terdapat nilai yang dapat dijadikan pedoman sebagaimana dimaksud pada ayat (9) huruf b sampai dengan huruf e, nilai harta ditentukan berdasarkan nilai dari hasil penilaian kantor jasa penilai publik.

Tarif Tax Amnesty 2022

Tarif untuk Pengungkapan Harta yang Diperoleh sebelum 31 Desember 2015

Untuk memudahkan pemahaman, ini matriksnya

Posisi Harta BersihUraianPasalTarif PPh Final
Dalam NegeriDiinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf a6 %
Dalam Negeri Tidak diinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf b8 %
Luar NegeriDialihkan ke dalam negeri dan diinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf c angka 26 %
Luar NegeriDialihkan ke dalam negeri dan diinvestasikan pasal 5 ayat (7) huruf c6 %
Luar Negeri Dialihkan ke dalam negeri dan tidak diinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf d8 %
Luar Negeri Tidak dialihkan ke dalam negeri pasal 5 ayat (7) huruf e11 %

Tarif untuk Pengungkapan Harta yang Diperoleh 1 Januari 2016 s.d. 31 Desember 2020

Hal ini diatur dalam Pasal 8 UU HPP. Wajib Pajak Orang Pribadi dapat mengungkapkan harta bersih yang diperoleh sejak tanggal 1 Januari 2016 sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, masih dimiliki per tanggal 31 Desember 2020 dan belum dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh OP.

Harta bersih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan nilai harta dikurangi nilai utang

Harta bersih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi pada Tahun Pajak 2020.

Wajib Pajak orang pribadi yang dapat mengungkapkan harta bersih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi ketentuan:

Posisi Harta BersihUraianPasalTarif PPh Final
Dalam NegeriDiinvestasikanpasal 9 ayat (3) huruf a12 %
Dalam Negeri Tidak diinvestasikanpasal 9 ayat (3) huruf b14 %
Luar NegeriDialihkan ke dalam negeri dan diinvestasikanpasal 9 ayat (3) huruf c12 %
Luar Negeri Dialihkan ke dalam negeri dan tidak diinvestasikanpasal 9 ayat (3) huruf d14 %
Luar Negeri Tidak dialihkan ke dalam negeri pasal 9 ayat (3) huruf e18 %

Adapun tarif PPh Final nya sebagai berikut:

Tarif Termurah Jika Diinvestasikan di?

Kita bisa dapat tarif termurah jika melakukan investasi di kegiatan usaha sektor pengolahan sumber daya alam atau sektor energi terbarukan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan/atau surat berharga negara.

Investasi harta bersih sebagaimana dimaksud wajib dilakukan paling singkat 5 (lima) tahun sejak diinvestasikan.

Apa Manfaat Mengikuti Tax Amnesty 2022

Manfaat mengikuti program pengungkapan sukarela atau dikenal sebagai tax amnesty disebutkan dalam pasal 11 ayat (1) UU HPP sebagai berikut:

Bagaimana Jika Sudah Ikut PPS namun Ada Harta yang Belum Diungkap?

Dalam hal Direktur Jenderal Pajak menemukan data dan/atau informasi lain mengenai harta yang belum atau kurang diungkapkan, nilai harta bersih yang belum atau kurang diungkapkan tersebut diperlakukan sebagai penghasilan yang bersifat final pada Tahun Pajak 2022; dan terhadap penghasilan tersebut

melalui penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar oleh Direktur Jenderal Pajak.

Cara Mengikuti Amnesti Pajak 2022

Menurut Pasal 6 ayat (1) UU HPP, Wajib Pajak mengungkapkan harta bersih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) melalui surat pemberitahuan pengungkapan harta dan disampaikan kepada Direktur Jenderal Pajak sejak tanggal 1 Januari 2022 sampai dengan tanggal 30 Juni 2022.

Surat Pemberitahuan Pengungkapan Harta harus dilampiri dengan:

  1. bukti pembayaran Pajak Penghasilan yang bersifat final;
  2. daftar rincian harta beserta informasi kepemilikan harta yang dilaporkan
  3. daftar utang
  4. pernyataan mengalihkan harta bersih ke dalam wilayah NKRI, dalam hal Wajib Pajak bermaksud mengalihkan harta bersih yang berada di luar wilayah NKRI ke dalam wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (7) huruf c dan huruf d; dan
  5. pernyataan akan menginvestasikan harta bersih pada kegiatan usaha sektor pengolahan sumber daya alam atau sektor energi terbarukan di dalam wilayah NKRI dan/atau surat berharga negara, dalam hal Wajib Pajak bermaksud menginvestasikan harta bersih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (7) huruf a dan huruf c

Adapun teknis penyampaian sampai saat ini belum ditetapkan. Tentunya kami tipspajak.com akan langsung memerbarui ketika sudah ada aturan main.

Repatriasi (Pengalihan Harta ke Dalam Negeri) Paling Lambat tanggal…

Dalam PAsal 7 ayat (1) UU HPP, dinyatakan bahwa Wajib Pajak yang menyatakan mengalihkan harta bersih ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf d wajib mengalihkan harta dimaksud paling lambat tanggal 30 September 2022.

pernyataan mengalihkan harta bersih ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam hal Wajib Pajak bermaksud mengalihkan harta bersih yang berada di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (7) huruf c dan huruf d

Pasal 6 ayat (2) huruf d UU HPP

Sedangkan untuk pengalihan harta dari luar negeri ke dalam negeri yang akan diinvestasikan, batas waktu realisasi investasi adalah tanggal 30 September 2023.

Investasi harta bersih tersebut wajib dilakukan paling singkat 5 (lima) tahun sejak diinvestasikan.

Bagaimana JIka Repatriasi dan/atau Investasi tidak jadi direalisasikan?

Dalam hal repatriasi (pengalihan harta ke dalam wilayah NKRI) dan/atau realisasi batal dilakukan, atas bagian harta bersih yang tidak memenuhi ketentuan tersebut diperlakukan sebagai penghasilan yang bersifat final pada Tahun Pajak 2022 dan berlaku ketentuan:

Terhadap penghasilan dimaksud dikenai tambahan Pajak Penghasilan yang bersifat final dengan tarif sebesar:

Tambahan Tarif Jika WP Sukarela mengungkapkan penghasilan dan menyetor sendiri PPh

UraianPasalTarif PPh FinalTambahan Tarif
Harta bersih di dalam negeri, dan diinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf a6 %3 %
Harta bersih di dalam negeri tidak diinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf b8 %–
Harta besih di luar negeri, dialihkan ke dalam negeri dan diinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf c angka 26 %3 %
Harta besih di luar negeri, dialihkan ke dalam negeri dan diinvestasikan pasal 5 ayat (7) huruf c6 %6 %
Harta bersih di luar negeri, dialihkan ke dalam negeri dan tidak diinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf d8 %4 %
Harta bersih di luar negeri dan tidak dialihkan ke dalam negeri pasal 5 ayat (7) huruf e11 %–

Tambahan Tarif Jika diterbitkan SKPKB

UraianPasalTarif PPh FinalTambahan Tarif
Harta bersih di dalam negeri, dan diinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf a6 %4,5 %
Harta bersih di dalam negeri tidak diinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf b8 %–
Harta besih di luar negeri, dialihkan ke dalam negeri dan diinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf c angka 26 %4,5 %
Harta besih di luar negeri, dialihkan ke dalam negeri dan diinvestasikan pasal 5 ayat (7) huruf c6 %7,5 %
Harta bersih di luar negeri, dialihkan ke dalam negeri dan tidak diinvestasikanpasal 5 ayat (7) huruf d8 %5,5 %
Harta bersih di luar negeri dan tidak dialihkan ke dalam negeri pasal 5 ayat (7) huruf e11 %–

Contoh Pehitungan Amnesti Pajak 2022

Kebijakan 1: Aset per 31 Desember 2015 yang belum diungkap saat Tax Amnesty I

Contoh Penerapan Tax Amensti untuk harta yang belum dilaporkan di TA 2015

Bapak Jaja telah mengikuti program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty/TA) tahun 2015, namun pada saat TA masih terdapat sebuah rumah di dalam negeri yang tidak diungkap dengan nilai per 31 Desember 2015 sebesar Rp 900 juta. Untuk menghindari pengenaan sanksi Undang-Undang TA, Bapak Jaja mengikuti Program Pengungkapan Sukarela.

Bapak Jaja berniat hanya mendeklarasikan aset dalam negeri tersebut tanpa menginvestasikan pada SBN/hilirisasi/renewable energy.

Berapa yang harus dibayar Bapak Jaja?
Bapak Jaja membayar PPh Final dengan tarif 8% sebesar Rp 72 juta(8% x Rp 2 Miliar)

Kebijakan 2: Aset yang Diperoleh 2016 s.d. 2020 yang Belum Dilaporkan di SPT Tahun 2020

Contoh Penerapan Tax Amensti untuk harta yang diperoleh 2016 s.d. 2020 yang belum dilaporkan di SPT Tahunan

Bapak Jajang memiliki 2 buah rumah dan sebuah rekening di Indonesia yang diperoleh selama tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. 2 buah rumah telah dilaporkan dalam SPT Tahunan 2020 senilai Rp 1 Miliar, namun 1 rekening senilai Rp 200 juta belum dicantumkan dalam SPT Tahunan Tahun 2020.

Bapak Jajang akan mengikuti Program Pengungkapan Sukarela dan berniat menginvestasikan uangnya pada SBN, sehingga Bapak Jajang Tuan B membayar PPh Final dengan tarif 12% sebesar Rp 24 juta (12% x Rp 200 juta).

Kesimpulan

Itulah artikel mengenai panduan lengkap Program Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak atau sering dikenal dengan tax amnesty jilid II. Artikel ini kami buat berdasarkan dokumen RUU HPP yang telah disahkan oleh DPR tanggal 7 Oktober 2021.

Semoga bermanfaat. Kami ajak pula pembaca semua untuk ikuti instagram Tips Pajak Media, Telegram Tips Pajak dan Youtube Tips Pajak Media untuk update informasi perpajakan yang lebih cepat.

Exit mobile version